I am not terrorist, this is just a name and web-blog domain,
beranjak tumbuh dan bersekolah di sekolah swasta MI (Madrasah Ibtidaiyyah), sejak kelas dua saya sudah di tinggal oleh kedua orang tua untuk alasan mencari penghidupan, dan saya tinggal bersama kakek nenek.
pada saat itu (kelas 3/4) saya sudah suka dengan hal yang berhubungan fisika/elektronika, bermain dengan motor listrik (dinamo bekas dari mobil-mobilan yang sengaja di rusak), untuk di jadikan kincir (kolecer dalam bahasa sunda), pada suatu hari saya menemukan Buku pelajaran fisika kalau tidak salah untuk SMP/SLTP pada bagian BAB magnet dan elektro magnet saya mempelajari cara membuat membuat elektro magnet menggunakan kumparan,kemudian memahami dan membuat motor listrik begitu juga dengan bel listrik (saat di kelas 5), kemudian mempelajari alat-alat elektronika yang sehari-hari biasa di gunakan di rumah, mulai dari licinan,Radio,tape,tv dan lain-lain, akhirnya suka dimintai tolong untuk memperbaiki alat-alat listrik milik tetangga.
seingat saya semasa di jenjang sekolah dasar saya adalah anak yang pendiam,Cuek,mudah emosian terbukti saat itu sering sekali berkelahi dengan teman sekelas, meskipun demikian saya termasuk orang yang mudah bersahabat, hal terbodoh adalah Saya Selalu terlambat datang kesekolah waktu itu
, sebab saya adalah anak yang rumahnya paling jauh, setiap pagi mengayuh sepedah melintasi hamparan sawah,kebun dan perumahan.
di tingkat SLTP saya melanjutkan sekolah di Mts (Madrasah Tsanawiyah) disana saya tidak terlalu berprestasi,masih suka terlambat kesekolah padahal dekat jarak dari rumah kesekolah, hemmm….. kayaknya dah menjadi kebiasaan
, nah disini lah saat pertama hati mulai bergetar saat bertemu dengan lawan jenis yang di sukai, siapa ya saat itu… ahaaa
… merasakan indahnya saat-saat pertama jatuh cintaaa *lebayyy… merasakan betapa sedihnya hati karena cintaa :’( *lebayyy…
pelajaran yang paling di sukai saat itu adalah, Bahasa Indonesia,Inggris,Fisika,SKI (sejarah kebudayaan isalm).
di tingkat SMA/SLTA saya masuk ke Sekolah Kejuruan dan mengambil Jurusan TPM (Teknik Pemesinan saat itu nama jurusannya)
di sini lah saya mendapatkan pelajaran betapa kerasnya hidup,
_________________________>>>>bersambung
masih belajar menulis dan menyusun kata, maaf jika berantakan



